Kamis, 01 Mei 2014

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis_2 Tugas Individu

Repots Of Keluds


10 Feb 2014 PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) raised the alert status of Kelud mountain (Kelut, Gunung Kelud) to level III (of IV) from yellow alert (waspada) to orange alert (siaga). Gunung Kelud is a 1,731 m high stratovolcano located in East Java in Indonesia. Like many Indonesian volcanoes and others on the Pacific Ring of Fire, Kelud is known for large explosive eruptions up to VEI 5 throughout its history (Wikipedia), about 30 times since the 13th century. The latest eruptions were in 1901, 1919 (killing 5000), 1951, 1966, 1990 and in 2007/2008. An estimated 135,000 people live within a 10 km radius around the crater.

Kelud volcano (also spelled Kelut) is one of East Java's most active volcanoes. The volcano has a spectacular large crater that contains a lake, which was a popular weekend destination but also the origin of devastating mud flows (lahars). In Oct-Nov 2007, a new lava dome grew within the lake to form an island, replacing most of the water. 

Kelut is notorious among Indonesia's volcanoes for its violent, and often deadly explosive eruptions. One of the worst volcanic disasters occurred during the 1919 eruption, when the (then very large) crater lake drained and formed lahars that killed at least 5160 people. An eruption in 1586 is believed to have caused even more than 10,000 fatalities. 

Gunung Kelud is known for its deadly and explosive eruptions. At least 1 VEI-5 is known and a further minimum of 6 VEI-4 eruptions have occured at the volcano. After the volcano killed more than 5000 people the volcano was rebuilt by humans to lower the risk of lahars and pyroclastic flows. This has been done twice and that meant that a very small crater lake existed as Gunung started to quietly extrude a lava dome inside the crater.

The lava dome quickly emptied out the remnant crater lake. Normally the crater lake would by now have flooded repeatedly and as such the active mitigation has been an un-precedented success this time around since no floods or lahars has happened. As seen in the image above the amount of shallow volcanic earthquakes have increased dramatically during the last few days, a probable sign of new magma moving upwards in the system.

Keluds activity has sofar limited itself to the peacefull and very beautifull extrusion of the lavadome, but this is unlikely to continue if new magma is arriving from depth. And since the volcano has a highly explosive history it is likely that it will suffer an explosive eruption in the end. If that happens it is likely to be in the range of a VEI-3 or a VEI-4. Smaller is unlikely since the activity is centered at the central part of the crater, and bigger is also unlikely judging from the current level of activity.

The relatively inconspicuous, 1731-m-high Kelud stratovolcano contains a summit crater lake that has been the source of some of Indonesia's most deadly eruptions. A cluster of summit lava domes cut by numerous craters has given the summit a very irregular profile. Satellitic cones and lava domes are also located low on the eastern, western, and SSW flanks. Eruptive activity has in general migrated in a clockwise direction around the summit vent complex. More than 30 eruptions have been recorded from Gunung Kelud since 1000 AD. The ejection of water from the crater lake during Kelud's typically short, but violent eruptions has created pyroclastic flows and lahars that have caused widespread fatalities and destruction. 

After more than 5000 persons were killed during an eruption in 1919, an ambitious engineering project sought to drain the crater lake. This initial effort lowered the lake by more than 50 m, but the 1951 eruption deepened the crater by 70 m, leaving 50 million cubic meters of water after repair of the damaged drainage tunnels. After more than 200 deaths in the 1966 eruption, a new deeper tunnel was constructed, and the lake's volume before the 1990 eruption was only about 1 million cubic meters.

Sumber : https://storify.com/davidmpyle/the-eruption-of-kelut-gunung-kelud-java-february-2 

Selasa, 28 Januari 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (4) : Tugas Personal

ABSTRAK

“Penerapan  Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02 dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah”


Standar Akuntansi Pemerintahan adalah Prinsip Akuntansi yang ditetapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah. Standar Akuntansi Pemerintahan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005.  Laporan Keuangan Pemerintah Daerah merupakan gambaran dari kinerja Pemerintah Daerah dalam satu periode Akuntansi. Pemerintah sudah menyajikan Laporan Keuangan dan salah satu unsur Laporan Keuangan tersebut adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA).
Penulis menganalisis penyajian LRA Pemkab untuk tujuan mengevaluasi ketaatan Entitas mengenai alokasi sumber Daya Ekonomi, Akuntabilitas dan ketaatan Entitas Pelaporan terhadap anggaran yang telah diatur dalam PSAP Nomor 02. Oleh karena itu, ”Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02 dalam Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah”
Berdasarkan judul di atas maka masalah yang penulis rumuskan yaitu “Apakah penyajian Laporan Realisasi Anggaran yang disajikan Pemerintah sudah sesuai dengan  Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02?”, Maka Hipotesis atas rumusan masalah tersebut adalah:
1.      Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah sudah  sesuai dengan   Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02.
2.      Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Belum sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02.
Dari hasil analisis Penerapan tentang Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah maka penulis menarik kesimpulan bahwa dalam Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah sudah  sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02.
Adapun Saran yang penulis berikan sesuai dengan hasil analisis tentang Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah adalah “Supaya Laporan Realisasi Anggaranya handal dan kompeten maka Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaranya harus berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor  02.

Kamis, 28 November 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (3) : Tugas Personal

1.        Perhatikan format daftra pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research).
2.      Jelaskan dan berikan contoh masing masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah,
contohnya sistem harvard, sistem harvard modified, sistem vancouver, sistem abjad, ssistem nomor urut
jawab :

A.    Sistem Harvard
Adalah Sistem penulisan referensi Harvard membahas tentang format untuk penulisan dan pengorganisasian kutipan dari materi sumber. Sistem ini juga dikenal dengan sebutan author-date system (sistem penulis-tanggal) dan parenthetical referencing (penulisan referensi dalam kurung).
Dalam sistem penulisan referensi Harvard, kutipan singkat terhadap sumber ditulis dalam kurung di dalam teks dari suatu artikel, dan kutipan lengkapnya dikumpulkan dalam urutan abjad di bawah judul "Referensi", "Daftar Rujukan", atau "Daftar Acuan" di bagian akhir. Kutipan di dalam teks ditempatkan di dalam kurung setelah kalimat atau bagiannya, diikuti tahun penerbitan, seperti (Smith 2005), dan nomor halaman bila diperlukan (Smith 2005, h. 1) atau (Smith 2005:1). Kemudian dalam bagian Referensi, kutipan lengkap diberikan:
Smith, John. (2005). Playing nicely together. St. Petersburg, FL (USA): Wikimedia Foundation.

Contoh dari rujukan buku adalah:
Gerald, S. (1998a). Harvard Referencing. New York: Jolly Good Publishing.
Gerald, S. (1887b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.
Dalam menuliskan kota tempat terbit, kota yang telah dikenal secara internasional (seperti London atau New York) dikutip hanya kotanya saja. Bila kotanya kurang dikenal secara internasional, negaranya (atau provinsi untuk Indonesia) juga disertakan.

Contoh dari rujukan jurnal adalah:
Gerald, John Mainist. (1978). The origin of altruism. Nature 393: 639–40.

Artikel surat kabar biasanya dikutip dalam teks tapi dihilangkan dalam bagian "Daftar rujukan". Contoh pengutipan surat kabar formal adalah:
Bowcott, O. (2005, 18 October). "Protests halt online auction to shoot stag", The Guardian. Diakses 7 Februari 2006.

A.      Sistem Vancouver
Sistem Vancouver (Author-Number Style) merupakan kutipan pada sebuah naskah yang diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka dan mengikuti urutan seperti Yng tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.
Contoh :
-         Priyono GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2010;337:435-9.
-        Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
-          Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
-          Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
-          Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease.
-          Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens].

Accessed December 25, 1999.
Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1992. h. 1-42.
Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. h. 8-21.
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Uraian tentang dampak dari meluasnya Rokok telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1).
Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah Kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4).
Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa pengguanaan rokok dapat berakibat fatal bagi kesehatan si pengguna (1,4,5) bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian pada berbagai penyakit jantung dan paru-paru (3,6).
Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan teknik penulisan.

B.      Sistem nomor  

Sistem nomor disusun menurut nomor urut pemunculannya dalam tubuh tulisan. Urutan unsur untuk menulis daftar pustaka pada dasarnya sama dengan sistem nama-tahun, hanya saja urutan penulisannya yang berbeda. Hanya pustaka yang diacu di dalam tubuh tulisan saja yang dapat dimuat dalam daftar pustaka Sumber acuan yang ada dalam daftar pustaka juga harus ada di dalam tubuh tulisanKepustakaan harus dinyatakan dengan lengkap informasi tentang kepustakaan sebaiknya dicocokkan kembali dengan pustaka aslinya


2. Kalian temukan dan deskripsikan ketetntuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
jawab :

1.1  Judul Artikel Ilmiah
Judul dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang seminimal mungkin, tepat menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata. Judul disusun tidak terlalu spesifik. Penggunaan singkatan atau formula kimia sebaiknya dihindari. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital), istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic).

1.2 Nama dan Alamat Penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan/atau e-mail yang dicantumkan harus jelas, dan diletakkan pada catatan kaki (foot note) di halaman judul dengan ukuran huruf (font) yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi teks.

1.3 Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak merupakan sari tulisan yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan, teori, bahan dan metode yang digunakan, hasil temuan serta simpulan. Rincian perlakuan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika memang merupakan tujuan utama penelitian.

Abstrak bersifat konsisten dengan isi artikel dan self explanatory, artinya mengandung alasan mengapa penelitian dilakukan (rasionalisasi & justifikasi), dan tidak merujuk kepada grafik, tabel atau acuan pustaka. Abstrak ditulis dalamjarak 1 spasi dengan jumlah kata tidak lebih dari 150 kata yang dilengkapi dengan 3 – 5 kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel.

1.4 Pendahuluan
Dalam pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga harus menjelaskan mengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan menyatakan tujuan penelitian tersebut

1.5 Metode 
Alur pelaksanaan penelitian harus ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sama (repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus rinci agar orang lain mendapat informasi tentang cara memperoleh bahan tersebut. Jika metode yang digunakan telah diketahui sebelumnya, maka acuan pustakanya harus dicantumkan. Jika penelitian terdiri dari beberapa eksperimen, maka metode untuk masing-masing eksperimen harus dijelaskan

1.6 Hasil dan Pembahasan 
Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar. Tabel dan grafik harus dapat dipahami dan diberi keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah temuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan penelitian.
Temuan di luar dugaan yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian harus mendapat tempat untuk dibahas. Jika artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu sama lain.    .
Dalam Pembahasan dikemukakan keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.
1.7 Simpulan dan Saran 
Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.
1.8 Ucapan Terimakasih 
Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai ungkapan rasa terima kasih penulis kepada tim promotor/tim pembimbing, dan pihak – pihak yang telah membantu dalam penelitian serta pemberi dana.
1.9 Daftar Pustaka 
Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada halaman baru. Agar penulisan daftar pustaka lengkap, maka daftar dibuat sebagai tahap penulisan paling akhir. Naskah dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis dalam daftar semua referensi yang ada dalam naskah dan daftar tersebut digunakan untuk menyusun daftar pustaka.
Gaya penulisan pada setiap jumal tidak sama (disebut: Gaya Selingkung), sehingga harus dipelajari dengan seksama bagaimana gaya/style dari jumal yang akan dikirimi naskah artikel (baca: petunjuk bagi calon penulis). Konteks rujukan yang dicantumkan hanya yang benar-benar ada kaitannya dengan isi penelitian. Perlu diminimalkan pencantuman referensi dari skripsi, tesis, disertasi, abstrak, in press. Bahan rujukan berbahasa asing ditulis sesuai dengan aslinya. Penggunaan et at, dalam bahan rujukan hanya digunakan jika jumlah penulis terdiri lebih dari 6 orang.
Penulisan daftar pustaka masing-masing bidang ilmu mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh organisasi intemasional yang menerbitkan publikasi berkala (lihat lampiran). Dalam sistem penulisan nama dipergunakan sistem penulisan nama penulis secara intemasional (yaitu, nama keluarga sebagai entry). Apabila nama keluarga penulis tidak jelas, maka dituliskan nama penulis secara lengkap.
1.10 Lain-Lain
Catatan kaki (footnotes): ditulis di bagian bawah dan biasa digunakan sebagai informasi program studi dan alamat penulis. Dalam bidang ilmu sosial, catatan kaki merupakan keterangan atau penjelasan atas teks tulisan yang dicatat pada bagian bawah halaman teks tulisan yang bersangkutan dan diberi tanda tertentu. Penulisan catatan kaki sebaiknya dibatasi dan biasanya menggunakan ukuran huruf yang lebih kecil daripada huruf dalam teks.


3. Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
jawab :
-           Sumber buku : 
-          Nama Penulis. Judul buku. Tempat Penerbitan: Badan penerbitan, Tahun Penerbitan.
-          Keterangan :
Nama penulis diakhiri dengan titik. Judul Buku awal kata ditulis dengan huruf capital dan diberi garis bawah/cetak miring, diakhiri dengan tanda titik. Jarak antara nama penulis dengan judul buku dua sela ketukan, jarak judul buku dengan data publikasi masing-masing dua sela ketukan. Data publikasidimulai dengan tempat penerbitan dan ditutup dengan tanda titik ganda. Dilanjutkan dengan nama badan penerbitan dengan jarak satu sela ketukan. Badan penerbitan diakhiri dengan titik, diberi sela ketukan, kemudian dilanjutkan dengan tahun penerbitan (dalam angka Arab), dan diakhiri dengan tanda titik.
Keraf, Gorys. Komposisi. Ende : Nusa Indah : 1980
Robins, Adriane. The Writer’s Practical Rhetoric. New York : John Wiley & Sons. 1980.
-          Sumber majalah :
Sumber acuan yang diambil dari majalah dan jurnal urutan penulisannya dalam daftar pustaka adalah nama pengarang, tahun terbit judul artikel diberi tanda petik, nama majalah dicetak miring atau diberi garis bawah dan keterangannya serta didahului kata Dalam, bulan terbit, tahun penerbitannya yang keberapa, tempat terbit dan nomor halaman. Misalnya :
Gadalla, B.J. 1981. "Professional Record for ESL Learners" Dalam Forum.(April, XIX). N0. 2 Jakarta : The Embassy of the United States of America p. 34-48.



 sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_penulisan_referensi_Harvard                                                                     

Kamis, 24 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (2) : tugas kelompok

ONA SENDRI IMELDA KASEH (25211469)


1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan sehingga seseorang mampu mengerti apa yang kita sampaikan, itulah sebabnya mengapa bahasa disebut fungsi dasar bahasa sebagai alat komunikasi karena bahasa juga mampu digunakan untuk mengutarakan pikiran, gagasan, dan mengekspresikan diri.

Komunikasi bahasa ialah penyampaian pesan atau makna oleh seorang kepada oranglain, itulah sebabnya mengapa bahasa juga disebut sebagai fungsi utama dalam komunikasi karena melalui bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untukmencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.



2. Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan!

Fungsi Alami Bahasa :

·         Bahasa sebagai sarana komunikasi Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat.
·         Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan.
·         Bahasa sebagai sarana kontrol sosial Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untukmengendalikan komunikasi agar orang yang terlibatdalam komunikasi dapat saling memahami. Masing masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol simbol lain yang menunjukan arah komunikasi.

Fungsi Buatan Bahasa:

·         Bahasa sebagai sarana berfikir logis Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapatberfikir logis induktif, deduktif, sebab akibat, atau kronologissehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual.
·         Bahasa membangun kecerdasan Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
·         Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan.
·         Bahasa membangun karakter Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri.
·         Bahasa Mengembangkan profesi Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjutmenuju pendakian puncak karier / profesi.
·         Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya.

3. Apa yang dimaksud dengan Metakomunikasi?
   Metakomunikas merupakan uraian yang menggambarkan hubungan antara komunikator dan komunikan saat melakukan komunikasi. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah - Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.

Sumber-sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/10/peranan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/ 
http://m.kompasiana.com/post/bahasa/2012/03/28/konsep-metakomunikasi/ 
http://gabrielsebastian100.blogspot.com/2013/10/tugas-penalaran_16.html?m=1

Jumat, 04 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (1) : Tugas Personal


ANALOGI
1.      Sepatu : Jalan
a.       Pensil : Makan
b.      Garpu : Makan
c.       Buku : Baca
d.      Sisir : Rambut

Jawab :      b. Garpu Makan
(Sepatu digunakan untuk berjalan, garpu digunakan untuk makan)

2.      Karet : Getah
a.       Sawit : Minyak
b.      Kelapa : Santan
c.       Tebu : Gula
d.      Aren : Nira

Jawab :      c. Aren : Nira
(Karetmengahasilkanprodukmentah yang belumdiolahberupagetah, arenmenghasilakanprodukmentah yang belumdiolahberupanira)

3.      Dunia : Buku
a.       Kaki : Tulang
b.      Ilmu : Belajar
c.       Hidup : Bahagia
d.      Hati : Mata

Jawab :      b. Ilmu : Belajar
(Buku adalah “jendela” dunia, cara untuk mengetahui dunia. Belajar adalah cara untuk mengetahui ilmu)

4.      Sendok : Minum
a.       Pulpen : Baca
b.      Kompor : Bakar
c.       Pisau : Potong
d.      Sabun : Mandi

Jawab :      a. Pulpen : Baca
( sendok digunakan untuk maka, komplemen makan adalah minum. Seperti halnya pulpen digunakan untuk menulis dan komplemen menulis adalah membaca)

5.      Air Mata : Menangis
a.       Debu : Menyapu
b.      Keringat : Olahraga
c.       Emosi : Marah
d.      Susu : Sapi

Jawab :      b. Keringat : Olahraga
( Air mata keluar saat menangis, keringat keluar saat berolah-raga)

ANTONIM
1.      NATAL><
a.       Kematian
b.      Kelahiran
c.       Kesulitan
d.      Pengorbanan
e.       Kesalahan
Jawab :            a. Kematian
(Arti Natal adalah hari kelahiran Nabi Isa Almasih.Lawan kata kelahirana dalahkematian)

2.      REMISI ><
a.       Pengurangan
b.      Pembetulan
c.       Penambahan
d.      Perubahan
e.       Pengampunan
Jawab :            c. Penambahan
(Makna REMISI adalah pengurangan hukuman yang diberikan kepada orang yang terhukum. Lawan kata remisi adalah penambahan)

3.      HEDONISME ><
a.       Royal
b.      Bonafide
c.       Sederhana
d.      Bengis
e.       Gila
Jawab :            c. Sederhana
(Makna Hedonisme berarti hidup dalam kemewahan. Lawan kata hedonismeadalah Sederhana)

4.      DIALOG ><
a.       Drama
b.      Tunggal
c.       Epilog
d.      Monolog
e.       Prolog
Jawab :            d. Monolog
(Makna dialog berarti percakap anantara dua orang atau lebih, sedangkan Monolog berarti pembicaraan oleh satu orang)

5.      KOLABORASI ><
a.       Musik
b.      Eksibisi
c.       Organisasi
d.      Tunggal
e.       Massal

Jawab :            d. Tunggal
(Makna Kolaborasi dalam musik adalah penampilan/ penggabungan lebih dari satu orang bisa disebut duet, kwartet dll .Lawan kata kolaborasi adalah tunggal)

SINONIM

1.      ELITIS =
a.       Terpandang
b.      Terbatas
c.       Terpercaya
d.      Terbaik
Jawab :                        a. Terpandang
2.      NANAR =
a.       Kosong
b.      Bingung
c.       Berani
d.      Tajam
Jawab :                        b. Bingung
3.      AMBIGUITAS =
a.       Pengartian
b.      Penyimpangan
c.       Ketidakjelasan
d.      Kebingungan
Jawab :                        d. Kebingungan
4.      PEDAR =
a.       Pisah
b.      Encer
c.       Getir
d.      Tajam
Jawab :                        a. Pisah
5.      AGUN =
a.       Gadai
b.      Nutang
c.       Pinjam
d.      Simpan
Jawab :                        a. Gadai

LOGIKA ANGKA
1.      Perhatikan pola bilangan dibawah ini, kemudian tentukan bilangan pada bagian yang kosong!
14 (9) 22
…. (7) 8
a.       10
b.      20
c.       30
d.      40
e.       50
Jawab :      b. 20
Pola bilangan pada soal adalah Angka dalam kurung merupakan hasil bagi empat dari penjumlahan kedua angka disisinya.
Jadi nilai bagian yang kosong adalah
(? + 8) = 7 x 4 = 28
? = 28 -8 = 20


2.      Berapakah nilai  Y?

18

2

4

36

10

5

9

18

32

8

4

Y
a.       12                         
b.      16                         
c.       18
d.      22
e.       24
Jawab :      b. 16
Pola bilangan pada soal adalah (kolom pertama : kolom kedua) x kolom ketiga.
Nilai Y adalah (32 : 8 ) x 4 = 16


3.      Berapakah Nilai X?


3

17

14

65

8

12

X

127


23

4

42

134

a.       31
b.      36
c.       29
d.      40
e.       42

Jawab :      a. 31
Pola bilangan pada soal adalah :
(Kolom pertama x Kolom kedua) + Kolom ketiga = Kolom Keempat
Jadi nilai x adalah :
8 x 12 = 96 + X = 127
X =127 – 96 = 31


4.      Berapakah nilai X?


12

24

45

6

8

5

4

5

3

8

15

X
a.       9
b.      21
c.       27
d.      31
e.       36
Jawab :      c. 27
Pola bilangan pada soal adalah( Bilangan kotak 1 : Bilangan kotak 2) x Bilangan kotak 3 = Bilangan kotak 4
Jadi nilai X adalah :
45x 3 = 9 x 3 = 27
5


5.      Berapakah nilai X?



X


32

576

18




8

a.       48
b.      56
c.       64
d.      72
e.       84
Jawab :            d. 72
Bilangan padakotak tengah merupakan hasil kali dari dua bilangan yang mengapitnya (hasil kali antara bilangan kotak kanan dan kotak kiri, serta hasil kali dari bilangan kotak atas dan kotak bawah).Sehingga nilai X adalah :
576  = 72
 8